Sabtu, 14 November 2015

SURAG CITA DI LINKOU (NOVEL)


Minat silahkan hubungi : https://www.facebook.com/yuhalini

HARGA DIRI ITU MAHAL+Endor dari Kak Tony Tamsir (Majalah Intai, Radio RTI Taiwan). Pak Triatno (Mahasiswa Taiwan, Ketua Pendidikan Organisasi IPIT), Pak Joy Simon (Manager Majalah Indosuara), Mas Avandi said Seba (Satgas KDEI, Aktivis BMI)

Cover judul : HARGA DIRI ITU MAHAL (Autobiografi)
Karya : Nok Yuli Yuhalini
Revisi cetakan kedua dilengkapi dengan orang-orang penting di Taiwan. Siapakah mereka? yuk gulir dan baca sampai selesai.
Endors.
Untuk Buku ‘buku harrga diri itu mahal’ saya beri apresiasi cukup bagus ceritanya dan endingnya juga ok. Bisa memotivasi pembaca bagimana kita harus mempertahankan harga diri itu, memang harga diri itu mahal, mungkin kritik dan saran bikin bagaimana pembca lebih terkesan tidak jenuh dan bisa menghayati isi cerita tersebut serta bisa terbawa ke dalam alur cerita. (Mahasiswa, Satgas KDEI Taipei- AVENDY SAHID SEBA MasAvendy Sahid Seba
Setelah membaca buku ini, membikin ku terharu, di dalam buku ini Alin membawa kita untuk mengintip pengalaman nya sejak kecil hingga dewasa, dan mengingatkan lagi kepada kita betapa penting nya peran keluarga terhadap jalan hidup seseorang, dan betapa mulianya hati seorang ibu, "surga dibawah telapak kaki ibu" itu salah satu hadist Rasulullah S A W, marilah kita berbakti kepada orang tua kita selagi kita berkesempatan, lika liku hidup Yuhalini patutlah kita jadikan cermin dimana Yuhalini tetap berprestasi yang sangat baik meskipun penuh tantangan, banyak alasan untuk tidak menjadi lebih baik dan maju, tetapi untuk menjadi lebih baik dan maju hanya butuh satu kemauan. Selamat kepada Yuhalini yang telah berhasil menjadi orang yang berprestasi.
(General Manager Majalah INDO SUARA, Joy Simson) Pak Joy Simson
Kagum deh sama kemampuan mu dalam menuangkan benih-benih pemikiran mu sehingga menghasilkan suatu karya tulis yang sangat diminati. Tapi aku mau juga mau kasih kritikan nih buat kamu, Yang pertama, tanda baca harus pas kontek ya, mohon di perhatikan lagi. Yang kedua, gunakanlah kata-kata yang sehari-hari kamu gunakan di percakapan, supaya serasa hidup dan engga tampak terlalu dibuat-buat. Yang ketiga, jika ingin meninggikan diri(muji diri sendiri atau muji tokoh aku) sebaiknya gunakanlah karakter orang lain untuk menyatakannya, biar ga nampak muji diri sendiri. Dan saran ku, walau sudah bisa menghasilkan buku sendiri, tapi tetap terus belajar dan menbaca buku buku yang sudah exist sebagai referensi kamu menulis supaya tulisan kamu lebih wow lagi. Salam literasi.
(Mahasiswa Sastra Inggris Taiwan, Ketua Pendidikan Organisasi IPIT, Triatno) Ang Try Chekdam
Harga Diri itu Mahal Ada yang melihat ‘kelebihan’ sebagai sebuah ‘kekurangan’, apalagi jika terkait masalah fisik manusia. Tak perlu mengkhawatirkan plus minus fisik manusia, namun hendaknya cemas dan segera perbaiki jika yang ‘kurang’ adalah hati nurani kita. Tulisan Nok Yuli, rendah bersajaha! Namun bagiku, membaca rajutan kata dalam tulisannya, bagaikan tercambuk oleh rantai berduri, menyadarkan diri yang kerap terlena dan terbuai dengan beranggapan diri sendiri lebih dari yang lain. Jika mengetahui semua ‘kekurangan’ yang datang silih berganti dalam panggung langkah hidupnya, maka tulisan ini bisa disebut ‘lebih’ dari sekedar karya seorang lulusan SMP. Namun janganlah terbuai dengan sebutan ‘lebih’, karena langit biru itu tak berbatas jaraknya. Ruang ‘tuk berkarya masih terasa kosong dengan kreasi dan inovasi.
(Tony Thamsir, Radio Taiwan International, INTAI Magazine) Kak Tony Thamsir
Buku ini sangat menginspirasi kita untuk berjuang mengarungi kehidupan dengan menjaga harga diri kita. Harga diri tidak di bandrol dengan harga, sehingga tak ada harga untuk sebuah harga diri dan pastinya tak ada yang mampu membelinya.
(Capten Iwan Wungkul, CEO Pena Group)
Sinopsis
Garis kemiskinan, membuat Ibu beranak tiga meninggalkan kampung halaman demi tujuan mulianya, merangkap sebagai Ibu dan Bapak, sebab suami yang Ia cintai menelantarkan benih perkawinan mereka kepada orangtuanya. Ketiga anaknya di latih berlomba-lomba membentuk jati diri masing-masing di bawah bimbingan nenek dan kakek yang menjadi panutan mereka.
"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukan sebagian dari pandangannya." (QS: An-Nur: 31). karna prinsip ketiga anak mereka "Harga diri itu mahal."
Anak gadisnya yang paling menonjol bagai pelita di keluarga kecil dengan keterbatasan cacat fisik nyaris di jauhi oleh teman-temannya. karena dianggap makhluk ciptaan Allah yang paling aneh, Siwil. Bagaimana gadis itu menjalani kehidupan bersama masyarakat luas? bagi keluarga yang melihat tersayat sembilu, namun tidak dengan gadis itu yang memiliki nama "Alin". Tegar. sekalipun bertarung dengan nyawanya "Operasi" hal yang mengerikan terjadi pertaruhan antara ketakutan dan cintanya kepada Ibunda untuk mengabulkan cita-cita ibunda tercinta agar dirinya bisa menjadi wanita sempurna.
salam BMI (Berkarya Menulis Inspirasi).