TELAH TERBIT
karya terbaru "Cerpen" antologi yang kedua Yuhalini dan kawan-kawan.
PRA-ORDER.
YANG Minat Inbok iya.
Judul: Karena Aku Berbeda
Isbn: 978-602-1334-43-0
Penerbit: Pena Indis
Harga Umum: Rp. 44.500 (Belum Ongkir)
Harga Kontributor: Rp. 40.000 (Belum Ongkir)
Sinopsis:
Karena Aku Berbeda
Punya kulit wajah gelap membuatku acap kali tidak percaya diri. Meski kata orang, hitam itu manis, tapi aku masih terobsesi punya kulit putih bersih. Hmm, itu baru masalah fisik. Oke! Kuakui aku lumayan cerdas dengan IQ di atas rata-rata. At least selalu masuk lima besar sejak zaman sekolah. Tapi di bangku kuliah, aku harus berjibaku dalam segala hal. Mulai dari mempertahankan IP agar tetap lebih dari 3.5, menarget diri untuk bergaul dengan banyak orang, hingga berjuang untuk memiliki skill yang bisa dihandalkan untuk masa depan.
Jujur, aku adalah pribadi yang penuh semangat. Begitu ambisius mengejar sesuatu yang menjadi impianku. Impian untuk mandiri. Paling tidak aku mampu menghidupi diri sendiri setelah lulus kuliah. Syukur-syukur bisa membantu adikku yang masih sekolah. Sayangnya, di semester awal kuliahku, aku dihadapkan pada satu cobaan klasik: urusan cinta.
Terkadang sesuatu yang melekat dalam tubuh kita menjadi beban hidup. Tapi sebagai pribadi yang berjiwa besar, kita dituntut untuk bersyukur dan ikhlas atas apa yang sudah Allah berikan pada kita.
Sepenggal kisah di atas hanya satu dari sekian kisah yang ada dalam buku ini. Kisah yang membuat siapa pun yang membacanya akan ikut menyelami kehidupan dari tokoh-tokoh cerita di dalamnya.
karya terbaru "Cerpen" antologi yang kedua Yuhalini dan kawan-kawan.
PRA-ORDER.
YANG Minat Inbok iya.
Judul: Karena Aku Berbeda
Isbn: 978-602-1334-43-0
Penerbit: Pena Indis
Harga Umum: Rp. 44.500 (Belum Ongkir)
Harga Kontributor: Rp. 40.000 (Belum Ongkir)
Sinopsis:
Karena Aku Berbeda
Punya kulit wajah gelap membuatku acap kali tidak percaya diri. Meski kata orang, hitam itu manis, tapi aku masih terobsesi punya kulit putih bersih. Hmm, itu baru masalah fisik. Oke! Kuakui aku lumayan cerdas dengan IQ di atas rata-rata. At least selalu masuk lima besar sejak zaman sekolah. Tapi di bangku kuliah, aku harus berjibaku dalam segala hal. Mulai dari mempertahankan IP agar tetap lebih dari 3.5, menarget diri untuk bergaul dengan banyak orang, hingga berjuang untuk memiliki skill yang bisa dihandalkan untuk masa depan.
Jujur, aku adalah pribadi yang penuh semangat. Begitu ambisius mengejar sesuatu yang menjadi impianku. Impian untuk mandiri. Paling tidak aku mampu menghidupi diri sendiri setelah lulus kuliah. Syukur-syukur bisa membantu adikku yang masih sekolah. Sayangnya, di semester awal kuliahku, aku dihadapkan pada satu cobaan klasik: urusan cinta.
Terkadang sesuatu yang melekat dalam tubuh kita menjadi beban hidup. Tapi sebagai pribadi yang berjiwa besar, kita dituntut untuk bersyukur dan ikhlas atas apa yang sudah Allah berikan pada kita.
Sepenggal kisah di atas hanya satu dari sekian kisah yang ada dalam buku ini. Kisah yang membuat siapa pun yang membacanya akan ikut menyelami kehidupan dari tokoh-tokoh cerita di dalamnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar